2

  • prima_tnt@yahoo.com
  • prima_tnt@yahoo.com
  • prima_tnt@yahoo.com

Minggu, 28 Oktober 2012

RUSIA: Kecelakaan Sukhoi Gunung Salak Human Error

Penyelidikan penyebab kecelakaan Sukhoi Superjet-100 di Gunung Salak, 9 Mei 2012, lalu sudah selesai. “Penyelidikan kecelakaan selesai dan, sudah ditandatangani Protokolnya. Ditetapkan bahwa pesawat terbang secara tehnis baik (in good working order),” kata sumber anonim wartawan Rusia seperti dikutip Kantor Berita Rusia RIA Novosti, Rabu, 19 September 2012. Jadi kesimpulannya, kecelakaan itu karena human error.

Sebelumnya telah diberitakan oleh RIA Novosti bahwa selama penyidikan patalogoanatomi dan toksikologi diketahui, para pilot tidak minum alkohol, dan tidak makan sesuatu narkotik atau obat-obatan.

“Kedua belah pihak akan menyepakati dokumen-dokumen yang telah ditandatangani di berbagai instansi. Direncanakan, bahwa sebab resmi kecelakaan akan diumumkan akhir Oktober,” demikian sumber kepada RIA.

Penerbangan demonstrasi (Joy Flight) digelar pada awal Mei lalu itu merupakan demo untuk para pembeli pesawat Sukhoi komersil pertama. Pesawat Superjet-100 yang membawa awal 45 penumpang itu dipandu penerbang senior Alexander Yablontsev dan Alexander Kocetkov.

Penerbangan hari itu dilakukan dua kali. Pada penerbangan pagi, lepas pandas dari Bandara Halim Perdanakusuma, pesawat kembali dengan mulus. Namun, pada penerbangan kedua, siang hari, pesawat nahas itu hilang dari radar di Sekitar Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Beberapa hari kemudian bangkai pesawat di temukan di dekat puncak Gunung Salak, dan semua penumpang dan krew pesawat tewas.

Semua terbelalak, mengingat ini penerbangan gembira dengan pesawat baru dan dibawa oleh penerbang berpengalaman. Yabloncev adalah perancang dan pilot pertama yang menerbangkan Superjet-100 itu ke udara pada 2008.

Dalam laporan pihak Indonesia, pihak Rusia direkomendasikan memperbaiki pendidikan pilot, yang berarti, bahwa ahli Indonesia sebenarnya mempersalahkan si penerbang. Namun pihak Rusia tidak setuju dengan kesimpulan ini dan mengisyaratkan, bahwa pesawat salah dipandu oleh dinas dari bumi. Pihak Rusia melansir pemberitaan dari sebuah Majalah Mingguan di Jakarta, yang menyatakan bahwa pada hari naas itu sjahbandar (controller) melayani sekaligus 13 buah pesawat terbang.

Sumber Rusia tersebut tidak menjelaskan siapa sebetulnya yang bersalah dalam kecelakaan tersebut. Namun dari ucapan sumber tersebut, tersirat pihak Rusia menyalahkan pemandu pesawat di Soekarno Hatta yang bersalah. Benarkah demkian?

0 komentar:

Posting Komentar

 
Di Buat oleh Rian Prasetya