Di Garuda Travel Fair 2012, JCC, maskapai Garuda Indonesia bagi-bagi diskon. Tidak hanya tiket penerbangan domestik, tapi juga tiket penerbangan internasional. Diskon mencapai 50% lho!
Jika belum punya rencana liburan akhir pekan ini, datang saja ke Garuda Travel Fair 2012 (GATF) di Hall B, Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Ini adalah pameran wisata dengan banyak promo menarik dari travel agent di Indonesia. Tak hanya paket perjalanan, Garuda pun menebar diskon bagi para pengunjung.
“Di sini kita diskon 15% untuk penerbangan domestik dan 20% untuk penerbangan internasional,” kata Account Manager for Domestic Sales, Wahyu Widiyanti kepada detikTravel, Jumat (9/11/2012).
Ini adalah kabar gembira bagi traveler. Anda bisa datang ke pameran ini mulai hari ini, Jumat (9/11) sampai Minggu (11/11) nanti. Anda bisa membelinya di booth-booth travel agent di sini.
“Kalau pakai Mandiri Card, harga tiket kedua dapat diskon 50 persen,” lanjut Wahyu Widiyanti menjelaskan.
Dari pantauan detikTravel, hari pertama pembukaan ini sudah didatangi banyak orang. Booth yang berjumlah puluhan, dipenuhi oleh setiap orang. Para travel agent pun sibuk melayani pengunjung. Tak sedikit juga yang berburu tiket penerbangan Garuda.
“Untuk domestik, kita punya Jakarta-Denpasar paling murah Rp 500 ribu. Kalau internasional, kita punya tiket Jakarta-Singapura return paling murah 174 USD (Rp 1,6 juta),” lanjut wanita yang disapa Widi ini.
Widi menambahkan, harga tersebut merupakan harga dasar (basic fare). Belum termasuk PPN dan lainnya.
“Tapi harus issued tiketnya di sini. Terbangnya itu dari November 2012-Oktober 2013,” jelas Widi.
Jumat, 09 November 2012
CITILINK Luncurkan Theme Song Baru Garapan Nidji
Maskapai Citilink, anak usaha Garuda Indonesia, meluncurkan theme song terbaru yang dibawakan grup band Nidji untuk memperkuat merek sebagai penerbangan yang melayani penerbangan bertarif rendah.
CEO PT Citilink Indonesia Arif Wibowo mengatakan peluncuran theme song bertajuk Terbang Tinggi untuk Indonesia yang dinyanyikan khusus oleh Nidji ini sekaligus meluncurkan website terbaru Citilink.
“Ini strategi kita dalam rangka brand penetrasi Citilink yang diprogramkan untuk tahun ini. Kita menggunakan acara ini untuk launching theme song Citilink yang diciptakan dan dinyanyikan Nidji. Grup band ini terkenal di luar negeri dan dipakai oleh Manchester United, dengan follower di twitter 400.000 orang,” kata Arif.
Peluncuran theme song itu dilakukan semalam pada acara Citilink Just Pop. Acara ini juga dihadiri Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar, Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan, Direktur Utama PT GMF AeroAsia Richard Budihadianto dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar
Pada acara itu ada empat momen yang dilakukan Citilink, yakni peluncuran theme song baru berjudul Terbang Tinggi untuk Indonesia oleh Nidji, meluncurkan website dengan desain terbaru yang juga menyediakan fitur Citilink Story, yakni tempat pelanggan bisa menceritakan pengalamannya terbang dengan Citilink. Ketiga, peluncuran Citilink TV yang dikemas menyerupai program acara melalui kanal digital. Keempat yakni peluncuran Citilink-BNI card, hasil kerjasama Citilink dan Bank BNI.
“Keuntungan yang didapatkan oleh pemegang kartu kredit dan kartu debit BNI adalah bebas iuran tahunan keanggotaan untuk 1 tahun pertama dan mendapatkan harga khusus,” kata Arif. Dia menargetkan dengan penetrasi merk ini, dapat meningkatkan kapasitas produksi 70% hingga akhir tahun ini menjadi 137 kali penerbangan per hari dari saat ini 88 frekuensi per hari.
Koper Rusak, Belum Tentu Jadi Tanggung Jawab Maskapai
Kasus koper Agnes dibongkar paksa, menjadi perhatian banyak pihak. Traveler pun bertanya-tanya, sebenarnya ini menjadi tanggung jawab siapa? Inilah tanggapan dari Singapore Airlines sebagai maskapai yang ditumpangi Agnes.
“Kita lebih bertanggung jawab pada koper penumpang selama di dalam pesawat,” kata Manager Public Relations Singapore Airlines Glory Henriette ,Rabu (7/11/2012).
Menurut Glory, kalau sampai koper penumpang terkena masalah di Bandara setelah keluar dari pesawat, maka hal itu bukan tanggung jawab pihak maskapai. “Kalau bagasi hilang atau rusak di bandara, pasti bukan pihak maskapai yang bertanggung jawab,” tegas Glory.
Perjalanan penerbangan melibatkan dua aktor utama yaitu maskapai dan bandara. Lantas bagaimana dengan pihak yang bertanggung jawab di luar pesawat?
“Kalau di luar pesawat banyak pihak (terlibat-red) dan bukan kontrol kami,” lanjut Glory menegaskan.
Pihak Singapore Airlines tidak ingin menyalahkan siapapun. Glory menambahkan, apapun masalahnya, baik itu menimpa Agnes yang seorang penyanyi atau orang biasa, pihaknya tetap berusaha menolong dan mengeluarkan jalan keluar terbaik. Hingga kini, masih terus dilakukan investigasi tentang penyebab rusaknya koper Agnes Monica.
Sebelumnya, pihak dari Corporate Secretary AP (Angkasa Pura) II, Trisno Heryadi AP, menjelaskan bahwa kejadian yang menimpa Agnes Monica adalah tanggung jawab dari airlines. Sejak naik pesawat hingga koper turun pesawat itu sudah masuk domain airlines. Pihak AP II hanya memiliki kewenangan untuk mengecek koper apakah ada barang berbahaya yang dibawa. Kewenangan ini hanya berlaku sampai pintu check-in.
Meski demikian, kasus dibobolnya koper Agnes ini ditanggapi dengan cepat oleh Singapore Airlines. Pihaknya dengan cepat melakukan investigasi sampai ke Los Angeles, AS yang menjadi bandara keberangkatan Agnes untuk pulang ke Indonesia.
Citilink Targetkan Capai 7,8 Juta Penumpang Pada 2013
PT Citilink Indonesia menargetkan akan capai 7,8 juta penumpang pada 2013. Target tersebut merupakan jumlah dua kali lipat dari total penumpang Citilink pada tahun ini.
“Kami targetkan dapat capai 7,8 juta penumpang pada 2013,” kata Arif Wibowo, Chief Executive Officer PT Citilink Indonesia, di Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Kamis (8/11/2012).
Lebih lanjut Arif menjelaskan, saat ini jumlah penumpang Citilink sebanyak tiga juta orang. Diprediksi hingga akhir 2012, jumlah penumpang tersebut menembus angka empat juta penumpang.
Untuk mencapai empat juta penumpang tersebut, Citilink telah mendatangkan lima unit pesawat baru dalam dua bulan terakhir. Dengan tambahan pesawat baru tersebut Citilink telah membuka 35 frekuensi penerbangan baru.
“Tahun ini kapasitas produksi Citilink meningkat hingga 70 persen dengan adanya tambahan pesawat serta frekuensi,” kata Arif.
Singapore Airlines Langsung Investigasi Koper Agnes Monica
Pihak maskapai Singapore Airlines tidak tinggal diam atas kasus pembobolan koper penyanyi Agnes Monica saat pulang traveling. Singapore Airlines langsung melakukan investigasi.
“Begitu Agnes men-tweet, kami langsung tweet balik dan meminta kontak,” kata Manager Public Relations Singapore Airlines Glory Henriette , Rabu (7/11/2012).
Menurut Glory, Singapore Airlines meminta kronologi kejadian dan data perjalanan Agnes Monica. Pihak manajemen Agnes pun sudah memberikan data yang diminta kepada Singapore Airlines. Agnes diketahui melakukan penerbangan dari Los Angeles – Singapura – Jakarta.
“Kami sekarang langsung melakukan investigasi baik di dalam Singapore Airlines dan pihak bandara,” kata Glory.
Glory mengatakan Singapore Airlines menyayangkan kejadian yang menimpa Agnes. Singapore Airlines berharap segera ditemukan titik terang dalam kasus pembobolan koper ini.
Sebelumnya, penyanyi multi talenta Agnes Monica mengalami musibah saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Kopernya dibobol orang tidak bertanggung jawab. Agnes pun mengungkapkan kekecewaannya di Twitter.
“Di airport indonesia, kunci koper dibuka dengan paksa. Ini gmana pertanggungjawabannya ya??? Ada 3 koper yang dirusak kuncinya (bukan kunci TSA). Oh my gosh. Jaman skrg, mentalnya kalo masih gini, gmana bisa maju???” kata Agnes
Selasa, 06 November 2012
Siswa SMA Bisa Rakit Pesawat Tanpa Awak
Empat siswa sekolah menengah atas dari Depok mengelilingi Predator, sebutan pesawat tanpa awak buatan mereka sendiri. Bentuknya menyerupai pesawat tanpa awak MQ-9 Reaper, pesawat pemburu dan pembunuh yang digunakan angkatan bersenjata Amerika Serikat.
Bedanya, teknologi dan kemampuan yang dimiliki Predator tak secanggih MQ-9. Apalagi Predator belum teruji berapa lama dan jelajahnya di udara. Empat siswa itu sedang berusaha memperbaiki pesawat yang mereka kerjakan hanya dalam waktu sepekan.
Predator memiliki baling-baling di ekor pesawat. Baling-baling itu digerakkan motor, yang tenaganya berasal dari setruman baterai. Pesawat ini dilengkapi dengan kamera di bagian moncong dan alat global positioning system (GPS) di bagian punggung.
“Bisa juga kalau bawa bom, tapi yang memiliki berat beberapa gram saja,” kata Rendy Devara sembari tersenyum ketika ditemui pada Indonesian Aerial Robot Contest 2012 di Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Jumat (2/11). Rendy adalah satu di antara empat pembuat pesawat itu.
Selain berfungsi untuk kelengkapan kontes tersebut, kamera bisa dimanfaatkan untuk memantau kondisi di darat dari udara, misalnya memantau kemacetan jalan atau daerah yang terkena bencana. Bahkan bisa memantau pergerakan musuh. Kamera ini nantinya disambungkan dengan layar di darat.
GPS sendiri berfungsi untuk mengetahui titik letak pesawat. “Kita bisa tahu letak gambar yang terekam kamera. Jadi, pesawat bergerak ke mana pun, tetap terpantau letaknya,” kata siswa SMA Negeri Depok ini.
Untuk merakit Predator, termasuk dengan penggerak pesawat yang melalui remote control, mereka hanya membutuhkan dana sekitar Rp 5 juta. Kayu balsa dan tripleks adalah bahan yang dipilih untuk Predator agar lebih mudah diterbangkan dan dikendalikan.
Rendy Devara, Muhammad Hafizh, Muhammad Irfan, dan Miftahul Khoiri sama- sama menyukai teknologi. Selain belajar dari internet, keempat siswa ini juga menjadi anggota ekstrakurikuler Smada Robotic Club di Depok.
Rendy dan tiga temannya itu merupakan satu di antara 26 tim yang mengikuti lomba yang diadakan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2 sampai 4 November. Mereka akan berlomba dalam dua tahap, yaitu dropping dan ketahanan.
Panitia Indonesian Aerial Robot Contest 2012, Ryan Fadhilah, mengatakan, sebenarnya ada 30 tim peserta. Namun, empat tim di antaranya didiskualifikasi karena tidak memenuhi persyaratan awal lomba.
“Jadi, hanya 26 tim peserta, dari kalangan SMA, mahasiswa, dan umum yang berasal dari berbagai kota. Hari pertama adalah penilaian validasi, seperti struktur pesawat dan sistemnya. Kalau tidak memenuhi validasi, ya tidak bisa ikut tahap selanjutnya,” ujarnya.
Selain validasi, peserta juga harus melakukan presentasi di depan juri tentang pesawat yang mereka buat. Setelah itu, pesawat bisa diujicobakan untuk terbang dan mengambil gambar pada titik yang sudah ditentukan. Peserta harus bisa mengobjekkan gambar di darat.
“Intinya adalah dropping dan ketahanan. Dropping adalah menjatuhkan sesuatu dari pesawat dan ketahanan itu bagaimana pesawat bisa bertahan di udara. Even ini adalah yang kelima dan memperebutkan total hadiah Rp 50 juta,” kata Ryan
Terlambat 4 Jam, Penumpang Sriwijaya Dapat Rp 27 Juta
Sriwijaya Air ganti untung denda Rp 27 juta atas keterlambatan penerbangan jurusan Surabaya – Jakarta SC 257, Rabu (24/10/2012) pagi akibat kendala teknis.
District Manager Surabaya Sriwijaya Air Hendrik Ardiansyah mengatakan, pihaknya minta maaf atas keterlambatan tersebut namun saat ini maskapai sudah mengganti kerugian atau denda pada seluruh penumpang.
Sebelumnya diberitakan, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SC 257 jurusan Surabaya – Jakarta pada penerbangan 06.30 WIB terpaksa balik lagi ke Bandara Internasional Juanda, karena ada indikator hidroliknya lemah dan membahayakan keselamatan penumpang.
Ia menjelaskan, penerbangansempat tertunda sekitar 4 jam-an karena pesawat terpaksa return to base (RTB) jadi akhirnya harus diperbaiki dulu.
“Tapi kami sudah memberi kompensasi berupa meal dan uang senilai Rp 300.000 ke setiap penumpang, karena sesuai peraturan Menteri Perhubungan jika terlambat lebih dari 4 jam harus ada ganti rugi tersebut,” jelasnya, Rabu (24/10/2012) malam.
SC 257 jurusan Surabaya – Jakarta tadi pagi menerbangkan 113 orang penumpang, namun setelah lewat 4 jam yang tersisa hanya 90 orang penumpang karena ada yang pindah ke jam penerbangan berikutnya dan ada 1 orang yang pindah ke maskapai lain dan ada pula yang refund (pengembalian uang tiket).
“Kami sudah beri ganti untung Rp 300.000 untuk 90 orang penumpang tersebut (totalnya Rp 27 juta belum termasuk meal). Ini murni masalah teknis, kalau penerbangan tetap dilanjutkan malah akan membahayakan keselamatan penumpang. Kami mohon maaf atas keterlambatan penerbangan,” akunya.
Gagal Beli Batavia, AirAsia Siap Go Public
Manajemen Group AirAsia memastikan go public PT Indonesia AirAsia dilaksanakan pada 2013.
“Yang jelas dana hasil go public untuk membuat perusahaan lebih besar lagi,” ujar Tony Fernandes, CEO Group AirAsia, Senin (5/11).
Belum diketahui pasti berapa perkiraan dana hasil go public yang diperoleh tetapi Tony memproyeksikan cukup besar.
Dia mengemukakan saat ini Indonesia AirAsia sedang menyiapkan berbagai hal untuk pelaksanaan go public tahun depan tersebut.
“Kami yakin bisa sukses go public tahun depan.”
Berdasarkan catatan Bisnis, Group Air Asia membidik pengangkutan 120 juta penumpang per tahun atau 20% dari total penduduk negara anggota Asean seiring dengan peluncuran basis regional AirAsia Asean di Jakarta.
Air Asia Asean merupakan perluasan usaha maskapai berbiaya hemat asal Malaysia itu di wilayah regional.
Dengan fokus ke regional, Grup Air Asia akan memperluas pasar yang terus bertumbuh di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk 600juta jiwa.
Grup tersebut saat ini memiliki enam maskapai di lima negara yaitu Air Asia Malaysia, Thai Air Asia, Indonesia Air Asia, Air Asia Philippines, Air Asia Japan, dan Air Asia X.
Maskapai itu memandang wilayah udara negara Asean memiliki jarak 4 jam penerbangan sampai ke negara tetangga dengan populasi terbanyak seperti di China dan India serta Jepang dan Korsel.
Wilayah Asean bila digabung dengan Asia Timur dan Asia Selatan memiliki jumlah penduduk sebanyak 3 miliar jiwa atau 43% dari jumlah populasi dunia.
Saat ini Grup Air Asia beroperasi dengan 104 pesawat Airbus, sembilan A330 dan dua A340. Adapun rute yang dilayani lebih dari 160 trayek penerbangan langsung menuju 85 destinasi, di mana 55 diantaranya di wilayah Asean.
Tidak semua ekspansi Tony Fernandes di bisnis penerbangan sukses. Langkah Air Asia Bhd mengakuisisi Batavia Air senilai US$80 juta kandas.
Sejak awal Tony mengakui akuisisi tersebut bukan transaksi yang mudah. Dia sendiri tidak begitu percaya dengan akuisisi tapi lebih bertumpu pada pertumbuhan secara organik karena dipandang lebih baik.
Selain agresivitas Air Asia di pasar Asean, perusahaan Indonesia juga mulai melakukan strategi serupa seperti yang dilakukan Lion Air dengan berekspansi di Malaysia melalui pembentukan Malindo Airways.
Maskapai yang dijadwalkan beroperasi Mei 2013 ini merupakan usaha patungan antara Grup Lion Air dengan National Aerospace & Defence Industries Sdn Bhd.
Grup Lion Air memprioritaskan strategi penambahan armada untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan sekaligus didukung perbaikan kualitas SDM guna menghadapi liberalisasi penerbangan pada Asean Open Sky 2015.
Kompetisi maskapai berbiaya hemat juga diramikan oleh Tiger Air dan Jetstar. Menghadapi persaingan yang kian ketat, Air Asia tidak akan mengubah pola bisnis sehingga tetap fokus pada layanan low cost carrier ketimbang menerapkan jasa penerbangan model hybrid yang mengkombinasikan layanan nilai tambah seperti yang akan diusung oleh Malindo Airways.
Setelah di Asean dan Indonesia, Air Asia juga berambisi hadir di Korsel dan India. Selain mengudara, grup perusahaan yang dimiliki Tony Fernandes itu mencoba peruntungan di bisnis hotel melalui merek Tune Hotel yang berlokasi di Bali, Bandung, dan Jakarta
Sofyan Djalil: Kerugian Merpati adalah Risiko Bisnis
Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil menilai, wanprestasi yang dilakukan rekanan PT Merpati Airlines yakni Thirdtone Aircraft Leasing Group (TALG) adalah risiko bisnis. Dan di dalam bisnis, tak mungkin seluruh risiko bisa dicegah.
Demikian disampaikan Sofyan Djalil saat dihadirkan sebagai saksi ahli pada persidangan kasus dugaan korupsi Merpati Airlines dengan terdakwa mantan Dirut Merpati Hotasi Nababan dan Mantan General Manajer Tony Sudjiarto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/11/2012).
“Kalau keputusan korporasi dilakukan secara good corporate governance dan terjadi risiko bisnis, itu biasa. Dan kalau Hotasi dihukum akan terjadi preseden. Akhirnya BUMN tidak berani mengambil keputusan. jadi takut nanti dipersoalkan. Dan dalam keputusan yang dibuat Hotasi telah memenuhi persyaratan. Ya Kalau mau bisnis yang aman-aman saja, ya tidak ada bisnis,” jelas Sofyan Djalil dihadapan hakim Hendra Yosfin.
Menurut Sofyan Djalil, Hotasi juga tidak tinggal diam saja ketika tahu TALG sebagai rekan bisnis telah ingkar janji karena tak bisa memenuhi pesanan pesawat. Hotasi saat itu sudah melakukan mitigasi risiko untuk menyelamatkan uang 1 juta dolar AS yang sudah dibayarkan sebagai security deposite ke TALG. Buktinya, direksi Merpati memperkarakan TALG selaku rekan bisnis Merpati ke pengadilan di AS.
Sofyan Djalil pun yakin Hotasi tidak bersalah. Alasannya, Hotasi dan jajaran direksi sudah mengejar uangnya dengan cara membawa ke pengadilan dan dimenangkan oleh Pengadilan Amerika. “Mitigasi risiko sudah dilakukan. Itu baru potensi kerugian negara karena uang masih bisa diupayakan. Kalau saya Menteri BUMN-nya, saya suruh kejar walau itu mahal sekali,” lanjut Sofyan Djalil.
Sofyan Djalil juga tidak melihat ada niat jahat Hotasi dalam kasus Merpati. Kalaupun security deposit yang dibayarkan ternyata dipersoalkan karena TALG ingkar janji, Sofyan menilai direksi MNA di bawah Hotasi sudah melakukan upaya terbaik.
Menurut pria asal Aceh ini, kasus Merpati itu sengaja dipaksakan dibawa ke ranah hukum. Padahal ia tak melihat Hotasi berniat memerkaya diri atau pihak lain dengan memerintahkan pembayaran security deposit 1 juta dolar AS untuk penyewaan dua unit Boeing yang akhirnya tak dikirim.
Hotasi yang diberi kesempatan mengajukan pertanyaan sempat berkaca-kaca. “Saya terharu. Ada banyak teman-teman BUMN yang bisa bernasib seperti saya,” kata Hotasi.
Garuda-Rolls Royce Kerja Sama Perawatan Mesin Airbus 330
PT Garuda Indonesia Tbk menandatangani kerjasama perawatan mesin Airbus A330 Trent 700 dengan Rolls-Royce.
SM Public Relations Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan penandatanganan kerjasama program perawatan (Total Care) mesin Trent 700 dilakukan di Saint James Palace, London.
“Penandatanganan kerjasama tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Presiden Direktur Roll-Royce Indonesia Adrian Short; disaksikan oleh Menteri Senior Perdagangan dan Investasi Inggris, Menteri Perdagangan R, Gita Wiryawan, dan Ketua BKPM Chatib Basri, pada 4 November 2012,” kata Ikhsan dalam rilisnya Senin (5/11/2012).
Melalui kerjasama tersebut, imbuhnya, sebanyak 21 unit A330 Garuda yang akan diterima mulai November 2012 sampai dengan 2017 akan menggunakan Engine Trent 700 Roll-Royce berikut perawatannya dalam bentuk Total Care Program.
Kerjasama ini melanjutkan Total Care Program yang sudah dimulai sejak 2008 terhadap 14 unit A330 Garuda yang sudah beroperasi saat ini.
“Dengan Total Care tersebut, Garuda akan mendapatkan berbagai nilai tambah berkaitan dengan pengoperasian pesawat A330. Program perawatan engine Trent 700 akan dapat dilaksanakan secara terintegrasi dan terpadu,” tuturnya.
Ikhsan menambahkan Roll-Royce secara penuh akan menangani seluruh program perawatan mesin Trent 700 termasuk pemenuhan mesin cadangan (engine spare), penyiapan komponen mesin, perawatan overhaul engine dan engine health monitoring (monitoring kesehatan mesin) selama pengoperasiannya.
Dengan program perawatan secara penuh yang dilakukan oleh Rolls Royce tersebut, maka tingkat reliability mesin-mesin Trent 700 yang dipergunakan pada pesawat A330 Garuda akan memiliki tingkat reliabilty yang tinggi.
“Disamping itu, dengan jaminan ketersediaan engine spare dan engine health monitoring predictive maintenance, penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan antisipatif. Hal ini akan menghindari pesawat berada terlalu lama berada di darat, karena semakin lama berada di darat berarti mengurangi kesempatan untuk dioperasikan, atau mengurangi potensi pendapatan perusahaan,” tutur Ikhsan.
Saat ini Garuda mengoperasikan 104 pesawat, dan sejalan dengan program pengembangan armada yang dilaksanakan, pada 2015 Garuda akan memiliki 144 pesawat, sementara anak perusahaan Garuda Citilink, yang merupakan maskapai low-cost carrier (LCC) atau bertarif rendah, akan mengoperasikan 50 pesawat.
SM Public Relations Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan penandatanganan kerjasama program perawatan (Total Care) mesin Trent 700 dilakukan di Saint James Palace, London.
“Penandatanganan kerjasama tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Presiden Direktur Roll-Royce Indonesia Adrian Short; disaksikan oleh Menteri Senior Perdagangan dan Investasi Inggris, Menteri Perdagangan R, Gita Wiryawan, dan Ketua BKPM Chatib Basri, pada 4 November 2012,” kata Ikhsan dalam rilisnya Senin (5/11/2012).
Melalui kerjasama tersebut, imbuhnya, sebanyak 21 unit A330 Garuda yang akan diterima mulai November 2012 sampai dengan 2017 akan menggunakan Engine Trent 700 Roll-Royce berikut perawatannya dalam bentuk Total Care Program.
Kerjasama ini melanjutkan Total Care Program yang sudah dimulai sejak 2008 terhadap 14 unit A330 Garuda yang sudah beroperasi saat ini.
“Dengan Total Care tersebut, Garuda akan mendapatkan berbagai nilai tambah berkaitan dengan pengoperasian pesawat A330. Program perawatan engine Trent 700 akan dapat dilaksanakan secara terintegrasi dan terpadu,” tuturnya.
Ikhsan menambahkan Roll-Royce secara penuh akan menangani seluruh program perawatan mesin Trent 700 termasuk pemenuhan mesin cadangan (engine spare), penyiapan komponen mesin, perawatan overhaul engine dan engine health monitoring (monitoring kesehatan mesin) selama pengoperasiannya.
Dengan program perawatan secara penuh yang dilakukan oleh Rolls Royce tersebut, maka tingkat reliability mesin-mesin Trent 700 yang dipergunakan pada pesawat A330 Garuda akan memiliki tingkat reliabilty yang tinggi.
“Disamping itu, dengan jaminan ketersediaan engine spare dan engine health monitoring predictive maintenance, penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan antisipatif. Hal ini akan menghindari pesawat berada terlalu lama berada di darat, karena semakin lama berada di darat berarti mengurangi kesempatan untuk dioperasikan, atau mengurangi potensi pendapatan perusahaan,” tutur Ikhsan.
Saat ini Garuda mengoperasikan 104 pesawat, dan sejalan dengan program pengembangan armada yang dilaksanakan, pada 2015 Garuda akan memiliki 144 pesawat, sementara anak perusahaan Garuda Citilink, yang merupakan maskapai low-cost carrier (LCC) atau bertarif rendah, akan mengoperasikan 50 pesawat.
Penerbangan di Lampung Terganggu Cuaca
Jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat di Bandar Udara Radin Inten II Lampung, berantakan akibat cuaca. Jadwal kedatangan dan penerbangan jadi tak menentu.
“Terutama penerbangan sore dan malam hari,” kata petugas Bandara Radin Inten II Lampung, di Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (4/11).
Sejumlah kendala teknis kondisi pesawat udara yang melayani penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Lampung, juga sangat mempengaruhi kedatangan pesawat ke Lampung dan sebaliknya.
Keterlambatan penerbangan pesawat antara satu hingga dua jam terjadi pada sejumlah penerbangan di daerah pada Sabtu (3/11), antara lain dialami penumpang maskapai penerbangan Lion Air dan beberapa maskapai lainnya.
Pesawat Lion Air rute penerbangan Lombok-Jakarta pada Sabtu siang dan sore, mengalami penundaan (delay) antara satu hingga dua jam, sehingga berakibat perusahaan penerbangan itu harus menyediakan makanan ringan (snack) atau nasi kotak bagi para penumpangnya.
Begitupula penerbangan dari Palembang, Sumatera Selatan ke Jakarta, dan dari Jakarta ke Lampung, serta penerbangan ke sejumlah daerah lainnya, seperti Jakarta-Pekanbaru, dan Jakarta-Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Keterlambatan pesawat Lion Air dari Bandara Lombok ke Jakarta selama dua jam pada Sabtu siang dari jadwal pukul 12.40 WITA menjadi pukul 14.40 WITA, karena menunggu kedatangan pesawat dari Palembang-Jakarta-Lombok yang terlambat terbang akibat cuaca buruk di Palembang buruk, sehingga mempengaruhi pula penerbangan Jakarta-Lombok dan sebaliknya.
Begitupula keterlambatan penerbangan dari Jakarta-Lampung dari rencana pukul 16.10 WIB menjadi 17.10 WIB, juga karena harus menunggu kedatangan pesawat yang sama dari Pontianak, Kalimantan Barat yang terlambat tiba di Jakarta.
Petugas Bandara Radin Inten II Lampung mengatakan, beberapa hari lalu bahkan ada pesawat yang baru tiba di bandara itu lewat tengah malam, padahal biasanya paling lambat sekitar pukul 21.00 atau 22.00 WIB.
“Pernah beberapa hari lalu ada pesawat yang baru mendarat hampir jam satu malam, tapi ya terpaksa tetap kita menunggunya,” kata petugas itu pula.
Sejumlah pengguna jasa penerbangan itu mengharapkan agar penerbangan tetap berjalan sesuai jadwal yang ditentukan, karena terkait dengan pekerjaan dan tugas-tugas atau kegiatan bisnis yang harus dijalankan secara tepat waktu pula.
“Kita sebagai pengguna jasa hanya bisa mengharapkan semua perusahaan penerbangan mengatur jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat tepat waktu, dan kalau ada keterlambatan jangan terlalu sering serta jangan terlalu lama,” kata Herman, pengguna jasa penerbangan di Bandara Radin Inten II.
“Kalau pesawat tiba malam, kami belum boleh pulang, disuruh menunggu sampai pesawat terakhir mendarat, karena kasihan dengan para penumpangnya yang perlu kendaraan angkutan ke tempat tujuan masing-masing,” kata seorang anggota Koperasi sopir taksi bandara setempat, Rahman.
Saat ini sudah terdapat lebih dari 50 taksi bandara yang dikelola oleh koperasi setempat, untuk melayani angkutan penumpang antarjemput ke dan dari bandara dengan rute berbagai jurusan, baik di Kota Bandalampung maupun kabupaten/kota lainnya di Provinsi Lampung.
Bandara Radin Inten II di Branti, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan berjarak sekitar 25 km sebelah utara Kota Bandarlampung.
“Terutama penerbangan sore dan malam hari,” kata petugas Bandara Radin Inten II Lampung, di Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (4/11).
Sejumlah kendala teknis kondisi pesawat udara yang melayani penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Lampung, juga sangat mempengaruhi kedatangan pesawat ke Lampung dan sebaliknya.
Keterlambatan penerbangan pesawat antara satu hingga dua jam terjadi pada sejumlah penerbangan di daerah pada Sabtu (3/11), antara lain dialami penumpang maskapai penerbangan Lion Air dan beberapa maskapai lainnya.
Pesawat Lion Air rute penerbangan Lombok-Jakarta pada Sabtu siang dan sore, mengalami penundaan (delay) antara satu hingga dua jam, sehingga berakibat perusahaan penerbangan itu harus menyediakan makanan ringan (snack) atau nasi kotak bagi para penumpangnya.
Begitupula penerbangan dari Palembang, Sumatera Selatan ke Jakarta, dan dari Jakarta ke Lampung, serta penerbangan ke sejumlah daerah lainnya, seperti Jakarta-Pekanbaru, dan Jakarta-Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Keterlambatan pesawat Lion Air dari Bandara Lombok ke Jakarta selama dua jam pada Sabtu siang dari jadwal pukul 12.40 WITA menjadi pukul 14.40 WITA, karena menunggu kedatangan pesawat dari Palembang-Jakarta-Lombok yang terlambat terbang akibat cuaca buruk di Palembang buruk, sehingga mempengaruhi pula penerbangan Jakarta-Lombok dan sebaliknya.
Begitupula keterlambatan penerbangan dari Jakarta-Lampung dari rencana pukul 16.10 WIB menjadi 17.10 WIB, juga karena harus menunggu kedatangan pesawat yang sama dari Pontianak, Kalimantan Barat yang terlambat tiba di Jakarta.
Petugas Bandara Radin Inten II Lampung mengatakan, beberapa hari lalu bahkan ada pesawat yang baru tiba di bandara itu lewat tengah malam, padahal biasanya paling lambat sekitar pukul 21.00 atau 22.00 WIB.
“Pernah beberapa hari lalu ada pesawat yang baru mendarat hampir jam satu malam, tapi ya terpaksa tetap kita menunggunya,” kata petugas itu pula.
Sejumlah pengguna jasa penerbangan itu mengharapkan agar penerbangan tetap berjalan sesuai jadwal yang ditentukan, karena terkait dengan pekerjaan dan tugas-tugas atau kegiatan bisnis yang harus dijalankan secara tepat waktu pula.
“Kita sebagai pengguna jasa hanya bisa mengharapkan semua perusahaan penerbangan mengatur jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat tepat waktu, dan kalau ada keterlambatan jangan terlalu sering serta jangan terlalu lama,” kata Herman, pengguna jasa penerbangan di Bandara Radin Inten II.
“Kalau pesawat tiba malam, kami belum boleh pulang, disuruh menunggu sampai pesawat terakhir mendarat, karena kasihan dengan para penumpangnya yang perlu kendaraan angkutan ke tempat tujuan masing-masing,” kata seorang anggota Koperasi sopir taksi bandara setempat, Rahman.
Saat ini sudah terdapat lebih dari 50 taksi bandara yang dikelola oleh koperasi setempat, untuk melayani angkutan penumpang antarjemput ke dan dari bandara dengan rute berbagai jurusan, baik di Kota Bandalampung maupun kabupaten/kota lainnya di Provinsi Lampung.
Bandara Radin Inten II di Branti, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan berjarak sekitar 25 km sebelah utara Kota Bandarlampung.
Minggu, 04 November 2012
Bernafsu Bawa Zam Zam, Keselamatan Diabaikan
Boleh jadi terlalu bernafsu membawa air zam-zam, tidak sedikit jamaah haji yang mengabaikan risiko keselamatan penerbangan kembali ke Tanah Air.
Buktinya, petugas menemukan ratusan air zam-zam dalam berbagai kemasan yang dimasukkan dalam 240 koper jamaah Kloter SUB-01 tujuan Surabaya dengan menggunakan pesawat Saudia SV5306.
Kasi Paspam Daerah Kerja Jeddah Aminuddin mengatakan air zam-zam itu dideteksi di kargo sebelum dikirim ke Bandara King Abdul Azis, Jeddah.
Sejumlah 240 dari 445 koper tersebut lalu dibongkar di Madinatulhujaj dan ditemukan air zam-zam dalam beragam kemasan, baik dalam jerigen maupun dalam botol kemasan dalam beragam ukuran.
Jerigen dan botol kemasan itu ada yang dibungkus kertas timah, kantong plastik lalu dilakban, ada juga yang dibungkus kain ihram, sajadah dan handuk. Sebagian di antaranya sudah pecah dan susut isinya.
Maskapai penerbangan dan peraturan internasional melarang membawa cairan dalam koper dalam jumlah tertentu untuk keamanan penerbangan.
Air zam-zam tersebut lalu ditumpuk di Kantor Daker Jeddah di Madinatulhujaj sedangkan kopernya belum diketahui kapan akan diterbangkan ke Surabaya.
Buktinya, petugas menemukan ratusan air zam-zam dalam berbagai kemasan yang dimasukkan dalam 240 koper jamaah Kloter SUB-01 tujuan Surabaya dengan menggunakan pesawat Saudia SV5306.
Kasi Paspam Daerah Kerja Jeddah Aminuddin mengatakan air zam-zam itu dideteksi di kargo sebelum dikirim ke Bandara King Abdul Azis, Jeddah.
Sejumlah 240 dari 445 koper tersebut lalu dibongkar di Madinatulhujaj dan ditemukan air zam-zam dalam beragam kemasan, baik dalam jerigen maupun dalam botol kemasan dalam beragam ukuran.
Jerigen dan botol kemasan itu ada yang dibungkus kertas timah, kantong plastik lalu dilakban, ada juga yang dibungkus kain ihram, sajadah dan handuk. Sebagian di antaranya sudah pecah dan susut isinya.
Maskapai penerbangan dan peraturan internasional melarang membawa cairan dalam koper dalam jumlah tertentu untuk keamanan penerbangan.
Air zam-zam tersebut lalu ditumpuk di Kantor Daker Jeddah di Madinatulhujaj sedangkan kopernya belum diketahui kapan akan diterbangkan ke Surabaya.
Mandala Operasikan Rute Padang – Singapura
Maskapai Low Cost Carrier (LCC) ini menawarkan harga tiket senilai Rp329 ribuan untuk rute Padang – Singapura.
Presiden Direktur Mandala Airlines Paul Rombeek mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menghubungkan provinsi-provinsi di Indonesia melalui pembukaan rute-rute baru penerbangan dengan harga relatif murah dan nyaman.
Hal ini disampaikannya saat memberikan keterangan pers di Padang, Kamis (1/11), dalam persiapan penerbangan perdana rute baru Padang-Singapura dan Padang-Jakarta mulai pada 1 Desember 2012.
Untuk penerbangan perdana rute baru Padang-Singapura, pihak Mandala menawarkan harga tiket senilai Rp329 ribuan, rute Jakarta-Padang seharga Rp379 ribuan dan Padang-Jakarta senilai Rp449 ribuan.
Menurut dia, pembukaan rute baru itu merupakan cerminan komitmen Mandala Airlines untuk memperluas jaringan dan meningkatkan konektivitas dalam negeri maupun regional.
Menjalankan komitmen itu, konsep Mandala sudah berubah menjadi Low Cost Carrier (LCC) atau maskapai dengan penerbangan murah, artinya penumpang dapat harga terjangkau, tanpa harus membayar tiket mahal.
“Semua pesawat baru yang akan dioperasionalkan pada rute-rute akan dibuka awal Desember mendatang yakni, Airbus type A320 dari Perancis,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, sangat menyambut baik terhadap tekad Mandala telah mau membuka rute baru Padang-Singapura, apalagi memberikan harga cukup terjangkau.
Kehadiran rute baru Padang ke luar negeri, tambahnya, sudah lama dinanti-nantikan untuk membuka akses Sumbar ke dunia internasional.
“Upaya untuk menyukseskan adanya rute baru Padang-Singapura dibutuhkan peran semua pihak, baik instansi terkait dan termasuk media massa dalam menyebarkan informasi yang tepat,” ujarnya.
Presiden Direktur Mandala Airlines Paul Rombeek mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menghubungkan provinsi-provinsi di Indonesia melalui pembukaan rute-rute baru penerbangan dengan harga relatif murah dan nyaman.
Hal ini disampaikannya saat memberikan keterangan pers di Padang, Kamis (1/11), dalam persiapan penerbangan perdana rute baru Padang-Singapura dan Padang-Jakarta mulai pada 1 Desember 2012.
Untuk penerbangan perdana rute baru Padang-Singapura, pihak Mandala menawarkan harga tiket senilai Rp329 ribuan, rute Jakarta-Padang seharga Rp379 ribuan dan Padang-Jakarta senilai Rp449 ribuan.
Menurut dia, pembukaan rute baru itu merupakan cerminan komitmen Mandala Airlines untuk memperluas jaringan dan meningkatkan konektivitas dalam negeri maupun regional.
Menjalankan komitmen itu, konsep Mandala sudah berubah menjadi Low Cost Carrier (LCC) atau maskapai dengan penerbangan murah, artinya penumpang dapat harga terjangkau, tanpa harus membayar tiket mahal.
“Semua pesawat baru yang akan dioperasionalkan pada rute-rute akan dibuka awal Desember mendatang yakni, Airbus type A320 dari Perancis,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, sangat menyambut baik terhadap tekad Mandala telah mau membuka rute baru Padang-Singapura, apalagi memberikan harga cukup terjangkau.
Kehadiran rute baru Padang ke luar negeri, tambahnya, sudah lama dinanti-nantikan untuk membuka akses Sumbar ke dunia internasional.
“Upaya untuk menyukseskan adanya rute baru Padang-Singapura dibutuhkan peran semua pihak, baik instansi terkait dan termasuk media massa dalam menyebarkan informasi yang tepat,” ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
