2

  • prima_tnt@yahoo.com
  • prima_tnt@yahoo.com
  • prima_tnt@yahoo.com

Kamis, 25 Oktober 2012

Menunggu Penerbangan Langsung Indonesia-India

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengharapkan ada penerbangan langsung Indonesia-India untuk meningkatkan jumlah wisatawan India ke Indonesia. “Dengan penerbangan langsung atau direct flight akan semakin banyak wisatawan India yang datang karena memudahkan akses sehingga menarik minat mereka,” kata Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri Kemenparekraf, Nia Niscaya saat menghadiri seminar ASEAN-India di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Nia menilai jumlah wisatawan India ke Indonesia selama enam tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Apalagi jika difasilitasi dengan penerbangan langsung, maka saya rasa peningkatannya akan melonjak,” katanya.
Berdasarkan data dari Kemenparekraf, target kunjungan wisatawan India pada 2012 sebanyak 180 ribu pengunjung dari 800 ribu pengunjung di seluruh dunia.
Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan India dari Januari hingga Agustus 2012 meningkat 7,63 persen menjadi 115.219 wisatawan dari 106.758 wisatawan pada periode yang sama 2011.
“Ini merupakan tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata,” katanya.
Nia Niscaya menilai akses merupakan faktor penting yang menjadi pertimbangan wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat, baik di dalam maupun luar negeri. “Umumnya, para wisatawan ingin langsung menuju tempat tujuan, tetapi mereka harus transit terlebih dahulu di Singapura atau Malaysia,” katanya.
Selain masalah akses dan perhubungan, Nia juga menilai rendahnya anggaran untuk promosi pariwisata terutama promosi ke luar negeri harus menjadi perhatian pemerintah.
Nia menyebutkan angka Rp 3 milliar yakni anggaran dari Kemenparekraf untuk promosi dan belum termasuk biaya iklan yang dinilai masih rendah jika dibandingkan dengan anggaran promosi negara lain, seperti Malaysia.
Namun, Nia mengatakan pihaknya terbantu dengan hadirnya jejaring sosial yang dapat menjadi media promosi efektif dengan biaya terjangkau.
Selain itu, citra pariwisata Indonesia yang indah dan unik merupakan nilai jual yang ampuh menarik perhatian wisatawan mancanegara, meski akses penerbangan langsung masih minim. “Ini menjadi bukti bahwa walaupun para wisatawan harus melalui berbagai perjalanan, mereka masih tertarik untuk ke Indonesia karena keindahan alam dan keunikan budayanya,” katanya.
Hal sama juga disampaikan Duta Besar India untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Gurjit Singh yang mengharapkan adanya penerbangan langsung India-Indonesia. “Kami mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia, apalagi ditambah dengan adanya penerbangan langsung yang disediakan perusahaan BUMN, seperti Garuda Indonesia,” katanya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Di Buat oleh Rian Prasetya