Perusahaan pesawat terbang, PT Trigana Air Service, berencana merevitalisasi pesawatnya pada tahun 2013 menyusul peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Sebanyak 16 pesawat yang dimiliki saat ini akan diganti Embrayer E-190 dengan kapasitas 100 tempat duduk.
Pesawat tersebut mempunyai 114 tempat duduk, namun dihilangkan 14 agar jarak antarkursi menjadi longgar, sehingga untuk penerbangan dalam jangka tempuh satu jam tidak menganggu. Hal itu disampaikan Direktur Komersial PT Trigana Air Service, Daniel S Kurniawan, dalam temu agen di Semarang, Selasa (23/10).
Beberapa pesawat yang dimiliki saat ini umurnya sudah tua. Pihaknya mempunyai tiga pesawat Boeing 737-200, dua Boeing 737-300 freighter, tiga ATR 72, tiga ATR 42, tiga DHC-6 twin otter, dan astu DHC-4 Carribou. “Keputusan menganti berdasar misi kami untuk menguatkan pasar domestik yang telah dijalankan selama 21 tahun,” ujarnya.
Wilayah terbang juga akan diintegrasikan sehingga bisa meleyani rute dari seluruh tempat yang telah menjadi tujuan penerbangan. Wilayah Trigana Air terbagi menjadi empat, yakni Kalimantan, Jawa, Maluku dan Papua. Realisasi dimulai pada kuartal pertama tahun 2013 yang mengintegrasikan penerbangan Jakarta-Papua.
“Tahap berikutnya akan dilakukan penggabungan seluruh layanan terbang yang kami miliki,” ujarnya.
Perbaikan besar-besaran juga dilakukan dalam sistem reservasi dengan menyerahkan sistem pembayaran online melalui pihak luar. Saat ini sistem pembayaran masih dikelola secara online secara mandiri dengan memakan waktu paling cepat 30 menit. Dengan pengelola profesional reservasi dan pembayran bisa dilakukan dalam hitungan menit.
Minggu, 28 Oktober 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar