2

  • prima_tnt@yahoo.com
  • prima_tnt@yahoo.com
  • prima_tnt@yahoo.com

Selasa, 06 November 2012

Gagal Beli Batavia, AirAsia Siap Go Public

Manajemen Group AirAsia memastikan go public PT Indonesia AirAsia dilaksanakan pada 2013. “Yang jelas dana hasil go public untuk membuat perusahaan lebih besar lagi,” ujar Tony Fernandes, CEO Group AirAsia, Senin (5/11). Belum diketahui pasti berapa perkiraan dana hasil go public yang diperoleh tetapi Tony memproyeksikan cukup besar. Dia mengemukakan saat ini Indonesia AirAsia sedang menyiapkan berbagai hal untuk pelaksanaan go public tahun depan tersebut. “Kami yakin bisa sukses go public tahun depan.” Berdasarkan catatan Bisnis, Group Air Asia membidik pengangkutan 120 juta penumpang per tahun atau 20% dari total penduduk negara anggota Asean seiring dengan peluncuran basis regional AirAsia Asean di Jakarta. Air Asia Asean merupakan perluasan usaha maskapai berbiaya hemat asal Malaysia itu di wilayah regional. Dengan fokus ke regional, Grup Air Asia akan memperluas pasar yang terus bertumbuh di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk 600juta jiwa. Grup tersebut saat ini memiliki enam maskapai di lima negara yaitu Air Asia Malaysia, Thai Air Asia, Indonesia Air Asia, Air Asia Philippines, Air Asia Japan, dan Air Asia X. Maskapai itu memandang wilayah udara negara Asean memiliki jarak 4 jam penerbangan sampai ke negara tetangga dengan populasi terbanyak seperti di China dan India serta Jepang dan Korsel. Wilayah Asean bila digabung dengan Asia Timur dan Asia Selatan memiliki jumlah penduduk sebanyak 3 miliar jiwa atau 43% dari jumlah populasi dunia. Saat ini Grup Air Asia beroperasi dengan 104 pesawat Airbus, sembilan A330 dan dua A340. Adapun rute yang dilayani lebih dari 160 trayek penerbangan langsung menuju 85 destinasi, di mana 55 diantaranya di wilayah Asean. Tidak semua ekspansi Tony Fernandes di bisnis penerbangan sukses. Langkah Air Asia Bhd mengakuisisi Batavia Air senilai US$80 juta kandas. Sejak awal Tony mengakui akuisisi tersebut bukan transaksi yang mudah. Dia sendiri tidak begitu percaya dengan akuisisi tapi lebih bertumpu pada pertumbuhan secara organik karena dipandang lebih baik. Selain agresivitas Air Asia di pasar Asean, perusahaan Indonesia juga mulai melakukan strategi serupa seperti yang dilakukan Lion Air dengan berekspansi di Malaysia melalui pembentukan Malindo Airways. Maskapai yang dijadwalkan beroperasi Mei 2013 ini merupakan usaha patungan antara Grup Lion Air dengan National Aerospace & Defence Industries Sdn Bhd. Grup Lion Air memprioritaskan strategi penambahan armada untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan sekaligus didukung perbaikan kualitas SDM guna menghadapi liberalisasi penerbangan pada Asean Open Sky 2015. Kompetisi maskapai berbiaya hemat juga diramikan oleh Tiger Air dan Jetstar. Menghadapi persaingan yang kian ketat, Air Asia tidak akan mengubah pola bisnis sehingga tetap fokus pada layanan low cost carrier ketimbang menerapkan jasa penerbangan model hybrid yang mengkombinasikan layanan nilai tambah seperti yang akan diusung oleh Malindo Airways. Setelah di Asean dan Indonesia, Air Asia juga berambisi hadir di Korsel dan India. Selain mengudara, grup perusahaan yang dimiliki Tony Fernandes itu mencoba peruntungan di bisnis hotel melalui merek Tune Hotel yang berlokasi di Bali, Bandung, dan Jakarta

Sofyan Djalil: Kerugian Merpati adalah Risiko Bisnis

Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil menilai, wanprestasi yang dilakukan rekanan PT Merpati Airlines yakni Thirdtone Aircraft Leasing Group (TALG) adalah risiko bisnis. Dan di dalam bisnis, tak mungkin seluruh risiko bisa dicegah. Demikian disampaikan Sofyan Djalil saat dihadirkan sebagai saksi ahli pada persidangan kasus dugaan korupsi Merpati Airlines dengan terdakwa mantan Dirut Merpati Hotasi Nababan dan Mantan General Manajer Tony Sudjiarto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/11/2012). “Kalau keputusan korporasi dilakukan secara good corporate governance dan terjadi risiko bisnis, itu biasa. Dan kalau Hotasi dihukum akan terjadi preseden. Akhirnya BUMN tidak berani mengambil keputusan. jadi takut nanti dipersoalkan. Dan dalam keputusan yang dibuat Hotasi telah memenuhi persyaratan. Ya Kalau mau bisnis yang aman-aman saja, ya tidak ada bisnis,” jelas Sofyan Djalil dihadapan hakim Hendra Yosfin. Menurut Sofyan Djalil, Hotasi juga tidak tinggal diam saja ketika tahu TALG sebagai rekan bisnis telah ingkar janji karena tak bisa memenuhi pesanan pesawat. Hotasi saat itu sudah melakukan mitigasi risiko untuk menyelamatkan uang 1 juta dolar AS yang sudah dibayarkan sebagai security deposite ke TALG. Buktinya, direksi Merpati memperkarakan TALG selaku rekan bisnis Merpati ke pengadilan di AS. Sofyan Djalil pun yakin Hotasi tidak bersalah. Alasannya, Hotasi dan jajaran direksi sudah mengejar uangnya dengan cara membawa ke pengadilan dan dimenangkan oleh Pengadilan Amerika. “Mitigasi risiko sudah dilakukan. Itu baru potensi kerugian negara karena uang masih bisa diupayakan. Kalau saya Menteri BUMN-nya, saya suruh kejar walau itu mahal sekali,” lanjut Sofyan Djalil. Sofyan Djalil juga tidak melihat ada niat jahat Hotasi dalam kasus Merpati. Kalaupun security deposit yang dibayarkan ternyata dipersoalkan karena TALG ingkar janji, Sofyan menilai direksi MNA di bawah Hotasi sudah melakukan upaya terbaik. Menurut pria asal Aceh ini, kasus Merpati itu sengaja dipaksakan dibawa ke ranah hukum. Padahal ia tak melihat Hotasi berniat memerkaya diri atau pihak lain dengan memerintahkan pembayaran security deposit 1 juta dolar AS untuk penyewaan dua unit Boeing yang akhirnya tak dikirim. Hotasi yang diberi kesempatan mengajukan pertanyaan sempat berkaca-kaca. “Saya terharu. Ada banyak teman-teman BUMN yang bisa bernasib seperti saya,” kata Hotasi.

Garuda-Rolls Royce Kerja Sama Perawatan Mesin Airbus 330

Garuda -Rolls Royce Kerja Sama Perawatan Mesin Airbus 330  
PT Garuda Indonesia Tbk menandatangani kerjasama perawatan mesin Airbus A330 Trent 700 dengan Rolls-Royce.

SM Public Relations Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan penandatanganan kerjasama program perawatan (Total Care) mesin Trent 700 dilakukan di Saint James Palace, London.

“Penandatanganan kerjasama tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Presiden Direktur Roll-Royce Indonesia Adrian Short; disaksikan oleh Menteri Senior Perdagangan dan Investasi Inggris, Menteri Perdagangan R, Gita Wiryawan, dan Ketua BKPM Chatib Basri, pada 4 November 2012,” kata Ikhsan dalam rilisnya Senin (5/11/2012).

Melalui kerjasama tersebut, imbuhnya, sebanyak 21 unit A330 Garuda yang akan diterima mulai November 2012 sampai dengan 2017 akan menggunakan Engine Trent 700 Roll-Royce berikut perawatannya dalam bentuk Total Care Program.

Kerjasama ini melanjutkan Total Care Program yang sudah dimulai sejak 2008 terhadap 14 unit A330 Garuda yang sudah beroperasi saat ini.

“Dengan Total Care tersebut, Garuda akan mendapatkan berbagai nilai tambah berkaitan dengan pengoperasian pesawat A330. Program perawatan engine Trent 700 akan dapat dilaksanakan secara terintegrasi dan terpadu,” tuturnya.

Ikhsan menambahkan Roll-Royce secara penuh akan menangani seluruh program perawatan mesin Trent 700 termasuk pemenuhan mesin cadangan (engine spare), penyiapan komponen mesin, perawatan overhaul engine dan engine health monitoring (monitoring kesehatan mesin) selama pengoperasiannya.

Dengan program perawatan secara penuh yang dilakukan oleh Rolls Royce tersebut, maka tingkat reliability mesin-mesin Trent 700 yang dipergunakan pada pesawat A330 Garuda akan memiliki tingkat reliabilty yang tinggi.

“Disamping itu, dengan jaminan ketersediaan engine spare dan engine health monitoring predictive maintenance, penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan antisipatif. Hal ini akan menghindari pesawat berada terlalu lama berada di darat, karena semakin lama berada di darat berarti mengurangi kesempatan untuk dioperasikan, atau mengurangi potensi pendapatan perusahaan,” tutur Ikhsan.

Saat ini Garuda mengoperasikan 104 pesawat, dan sejalan dengan program pengembangan armada yang dilaksanakan, pada 2015 Garuda akan memiliki 144 pesawat, sementara anak perusahaan Garuda Citilink, yang merupakan maskapai low-cost carrier (LCC) atau bertarif rendah, akan mengoperasikan 50 pesawat.

Penerbangan di Lampung Terganggu Cuaca

Penerbangan di Lampung Terganggu Cuaca 


 Jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat di Bandar Udara Radin Inten II Lampung, berantakan akibat cuaca. Jadwal kedatangan dan penerbangan jadi tak menentu.
“Terutama penerbangan sore dan malam hari,” kata petugas Bandara Radin Inten II Lampung, di Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (4/11).
Sejumlah kendala teknis kondisi pesawat udara yang melayani penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Lampung, juga sangat mempengaruhi kedatangan pesawat ke Lampung dan sebaliknya.
Keterlambatan penerbangan pesawat antara satu hingga dua jam terjadi pada sejumlah penerbangan di daerah pada Sabtu (3/11), antara lain dialami penumpang maskapai penerbangan Lion Air dan beberapa maskapai lainnya.
Pesawat Lion Air rute penerbangan Lombok-Jakarta pada Sabtu siang dan sore, mengalami penundaan (delay) antara satu hingga dua jam, sehingga berakibat perusahaan penerbangan itu harus menyediakan makanan ringan (snack) atau nasi kotak bagi para penumpangnya.
Begitupula penerbangan dari Palembang, Sumatera Selatan ke Jakarta, dan dari Jakarta ke Lampung, serta penerbangan ke sejumlah daerah lainnya, seperti Jakarta-Pekanbaru, dan Jakarta-Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Keterlambatan pesawat Lion Air dari Bandara Lombok ke Jakarta selama dua jam pada Sabtu siang dari jadwal pukul 12.40 WITA menjadi pukul 14.40 WITA, karena menunggu kedatangan pesawat dari Palembang-Jakarta-Lombok yang terlambat terbang akibat cuaca buruk di Palembang buruk, sehingga mempengaruhi pula penerbangan Jakarta-Lombok dan sebaliknya.
Begitupula keterlambatan penerbangan dari Jakarta-Lampung dari rencana pukul 16.10 WIB menjadi 17.10 WIB, juga karena harus menunggu kedatangan pesawat yang sama dari Pontianak, Kalimantan Barat yang terlambat tiba di Jakarta.
Petugas Bandara Radin Inten II Lampung mengatakan, beberapa hari lalu bahkan ada pesawat yang baru tiba di bandara itu lewat tengah malam, padahal biasanya paling lambat sekitar pukul 21.00 atau 22.00 WIB.
“Pernah beberapa hari lalu ada pesawat yang baru mendarat hampir jam satu malam, tapi ya terpaksa tetap kita menunggunya,” kata petugas itu pula.
Sejumlah pengguna jasa penerbangan itu mengharapkan agar penerbangan tetap berjalan sesuai jadwal yang ditentukan, karena terkait dengan pekerjaan dan tugas-tugas atau kegiatan bisnis yang harus dijalankan secara tepat waktu pula.
“Kita sebagai pengguna jasa hanya bisa mengharapkan semua perusahaan penerbangan mengatur jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat tepat waktu, dan kalau ada keterlambatan jangan terlalu sering serta jangan terlalu lama,” kata Herman, pengguna jasa penerbangan di Bandara Radin Inten II.
“Kalau pesawat tiba malam, kami belum boleh pulang, disuruh menunggu sampai pesawat terakhir mendarat, karena kasihan dengan para penumpangnya yang perlu kendaraan angkutan ke tempat tujuan masing-masing,” kata seorang anggota Koperasi sopir taksi bandara setempat, Rahman.
Saat ini sudah terdapat lebih dari 50 taksi bandara yang dikelola oleh koperasi setempat, untuk melayani angkutan penumpang antarjemput ke dan dari bandara dengan rute berbagai jurusan, baik di Kota Bandalampung maupun kabupaten/kota lainnya di Provinsi Lampung.
Bandara Radin Inten II di Branti, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan berjarak sekitar 25 km sebelah utara Kota Bandarlampung.

Minggu, 04 November 2012

Bernafsu Bawa Zam Zam, Keselamatan Diabaikan


article-image 

 Boleh jadi terlalu bernafsu membawa air zam-zam, tidak sedikit jamaah haji yang mengabaikan risiko keselamatan penerbangan kembali ke Tanah Air.

Buktinya, petugas menemukan ratusan air zam-zam dalam berbagai kemasan yang dimasukkan dalam 240 koper jamaah Kloter SUB-01 tujuan Surabaya dengan menggunakan pesawat Saudia SV5306.

Kasi Paspam Daerah Kerja Jeddah Aminuddin mengatakan air zam-zam itu dideteksi di kargo sebelum dikirim ke Bandara King Abdul Azis, Jeddah.

Sejumlah 240 dari 445 koper tersebut lalu dibongkar di Madinatulhujaj dan ditemukan air zam-zam dalam beragam kemasan, baik dalam jerigen maupun dalam botol kemasan dalam beragam ukuran.

Jerigen dan botol kemasan itu ada yang dibungkus kertas timah, kantong plastik lalu dilakban, ada juga yang dibungkus kain ihram, sajadah dan handuk. Sebagian di antaranya sudah pecah dan susut isinya.

Maskapai penerbangan dan peraturan internasional melarang membawa cairan dalam koper dalam jumlah tertentu untuk keamanan penerbangan.

Air zam-zam tersebut lalu ditumpuk di Kantor Daker Jeddah di Madinatulhujaj sedangkan kopernya belum diketahui kapan akan diterbangkan ke Surabaya.

Mandala Operasikan Rute Padang – Singapura

Maskapai Low Cost Carrier (LCC) ini menawarkan harga tiket senilai Rp329 ribuan untuk rute Padang – Singapura.

Presiden Direktur Mandala Airlines Paul Rombeek mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menghubungkan provinsi-provinsi di Indonesia melalui pembukaan rute-rute baru penerbangan dengan harga relatif murah dan nyaman.

Hal ini disampaikannya saat memberikan keterangan pers di Padang, Kamis (1/11), dalam persiapan penerbangan perdana rute baru Padang-Singapura dan Padang-Jakarta mulai pada 1 Desember 2012.

Untuk penerbangan perdana rute baru Padang-Singapura, pihak Mandala menawarkan harga tiket senilai Rp329 ribuan, rute Jakarta-Padang seharga Rp379 ribuan dan Padang-Jakarta senilai Rp449 ribuan.

Menurut dia, pembukaan rute baru itu merupakan cerminan komitmen Mandala Airlines untuk memperluas jaringan dan meningkatkan konektivitas dalam negeri maupun regional.

Menjalankan komitmen itu, konsep Mandala sudah berubah menjadi Low Cost Carrier (LCC) atau maskapai dengan penerbangan murah, artinya penumpang dapat harga terjangkau, tanpa harus membayar tiket mahal.

“Semua pesawat baru yang akan dioperasionalkan pada rute-rute akan dibuka awal Desember mendatang yakni, Airbus type A320 dari Perancis,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, sangat menyambut baik terhadap tekad Mandala telah mau membuka rute baru Padang-Singapura, apalagi memberikan harga cukup terjangkau.

Kehadiran rute baru Padang ke luar negeri, tambahnya, sudah lama dinanti-nantikan untuk membuka akses Sumbar ke dunia internasional.

“Upaya untuk menyukseskan adanya rute baru Padang-Singapura dibutuhkan peran semua pihak, baik instansi terkait dan termasuk media massa dalam menyebarkan informasi yang tepat,” ujarnya.

Minggu, 28 Oktober 2012

Garuda Indonesia Raih Best Annual Report Dalam International Business Awards di Seoul

Setelah memenangkan predikat “premium” untuk kategori Aerospace & Defense dan ranking satu untuk kategori “Top 100 Annual Reports Worldwide“ dari “League of American Communications Professionals LLC (LACP) pada April lalu, Garuda Indonesia hari ini, Senin (15/10), di Seoul – Korea Selatan, Garuda Indonesia kembali berhasil meraih penghargaan dalam ajang “Stevie Award” yang dilaksanakan oleh International Business Awards yang berkedudukan di Virginia, Amerika Serikat untuk Annual Report Garuda Indonesia 2011 “Embarking into a New Dimension”.

Dalam penghargaan tersebut, Garuda Indonesia meraih “Bronze Stevie Winner” untuk kategori Best Annual Report (Print). Annual Report Garuda Indonesia 2011 “Embarking into a New Dimension” merupakan satu-satunya annual report dari perusahaan asal Indonesia yang mendapatkan penghargaan dalam acara tersebut.

Proses penjurian penganugerahan award tersebut menggunakan sistem “threshold point”, sehingga selain Garuda Indonesia, juga ada beberapa perusahaan yang mendapatkan penghargaan yang sama. Perusahaan – perusahaan yang mendapatkan award yang sama dengan Garuda Indonesia tersebut antara lain berasal dari Jerman, Inggris dan Amerika Serikat.

Selain itu, “Annual Report Garuda Indonesia Tahun 2011” juga berhasil meraih penghargaan dalam acara “Galaxy Award” yang diselenggarakan oleh Mercomm Inc, yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat.

Mercomm Inc menganugerahkan Garuda Indonesia sekaligus 3 (tiga) award yaitu masing – masing : “Silver” for The Airline of Indonesia Annual Report 2011 “Embarking into a New Dimension” in the category/classification Annual Reports: Transportation”, “Bronze for The Airline of Indonesia Annual Report 2011 “Embarking into a New Dimension” in the category/classification Copywriting: Annual Reports – Asia” dan “Honors for The Airline of Indonesia Annual Report 2011 “Embarking into a New Dimension” in the category/classification Design: Covers – Annual Reports – Artistic/Illustrations”.

Berbagai pencapaian annual report Garuda Indonesia tersebut merupakan hasil positif dari program transformasi yang terus dilakukan oleh Garuda, serta merupakan bentuk komitmen pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) Garuda Indonesia yang dilaksanakan secara konsisten.

Dalam Annual Report Award (ARA) Tahun 2011 Garuda Indonesia mendapatkan Penghargaan sebagai “Perusahaan dengan Rata-Rata Kenaikan Nilai Terbaik Pertama kegiatan Penghargaan Laporan Tahunan Periode 2006-2012 (dari 72 Perusahaan)”. Dalam ARA 2008 sampai dengan 2010 Garuda Indonesia mendapatkan Peringkat Pertama untuk kategori BUMN/BUMN Non Keuangan Non Listed.
 
Di Buat oleh Rian Prasetya